Karya ku~



aku adalah nyanyian
dalam setiap irama 
lagu yang kunyanyikan 
mengalun nada nada indah 
sebagai penghantarhatiku 
aku adalah nynyian 
penuh canda tawa 
kulantunkan nada indah 
untuk bintang ku 

kata manis tentang mu 

bintang bersandar padaku 
bercengkrama dengan ku 
bersama cinta di hati ku 
terus mengingat dari impian ku
terbayang wajah mu selalu
di dalam benak dan fikiranku
tersimpan kenangan manis tentang mu 
nama mu abadi cintaku




jeritan hati ku

dengarkah kau akan jeritan ku
meski tak menyisahkan sedikit kebahagian untukku
ingin ku teriak sekencang mungkin
tapi mulut tak mampu mengucapkan
sepatah kata pun
      
andai ku bisa memutar waktu 
ku akan berdiri setegar mungkin
tapi kau waktu tak mungking bisa kembali
hingga ku terima kata itu :(

hilang

ingin ku berlari mengejarmu
tapi ku tak mampu
kau semakin menjau dan menjauh 
jauh bagai di telan bumi
                            
         ku coba mencari dirimu
         di setiap sudut yang ku temui
         tapi kau menghilang begitu saja

ku hampir kecewa dan menangis karena mu
tapi mata tak ingin menangis
ku ingin berjalan mencari mu
tapi kaki tidak mau berjalan 
~Persahabatan~
bagai tanaman
ia pun harus di rawat 
di siram di beri pupuk 
persahabatan membutuhkan 
saling pengertian 
tolong me nolong dan keterbukaan 
pujilah ia kala ia berprestasi
bantulah dia saat menghadapi kesulitan
hapus air matannya kala ia bersedih 
sehingga kita semua bisa tertawa bersama


Musik

alunan musik yangterdengar
seiring dengan aliran darahku
yang menyala di dalam tubuhku
seiring dengan detak jantungku
getar getar nada yang terdengar
dalam gendang telingaku
memecahkan kesunyian jagadraya ini
betapa merdunya alunan musik itu
bila di dengar hati yang paling dalam


indah pada waktunya 
ku minta sebuah bunga yang cantik kepada tuhan
tapi hanya di beri bunga kaktus yang jelek dan berduri
ku minta kupu kupu yang bersayap indah
tapi hanya di beri ulat yang jellek

tapi pada suatu hari bunga kaktus itu berbunga sangat indah
ulat itu pun berubah menjadi kupu-kupu yang bersayap indah
itulah kebesaran tuhan, selalu indah pada waktunya  

 
 Sahabat yang Tidak Setia 
Narator : shafa dan devina merupakan sahabat baik. Mereka telah bersahabat sejak kecil, tapi suatu hari ketika keluarga devina jatuh miskin, shafa pun tak ingin lagi bersahabat dengan devina. Suatu siang ketika devina, shafa, hilal, vina dan hana sedang berada di kelas untuk bersih-bersih sebelum pulang sekolah, devina dengan berat hati mengatakan kepada shafa untuk membantunya. Karena menurutnya shafa lah yang bisa menolongnya dan shafa merupakan sahabatnya, malah yang terjadi adalah shafa balik menghina devina.
devina     : Shafa, bisakah kau menolongku sedikit saja?
shafa        : Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong?
devina     : Kenapa dengan mu shaf ? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa   dengan itu?
shafa        :
Apa Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin.         Aku hanya mau berteman dengan orang kaya seperti aku !            
hilal          : kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu.
devina      : Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan shafa?
shafa        : Apa baik-baik saja? Gini ya hilal, tadi si miskin ini meminta bantuan ke      aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana  dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh.
narrator  : ( Devina pun pergi karena mendengar perkataan Shafa seperti itu )
hilal          : Jangan begitu shaf. Bukannya kau dan Devina memang bersahabat dari      kecil? Masa karna sekarang Devina dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini  kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya.
hana        : Betul itu kata hilal. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukanhmenghina dia seperti itu. Kasian kan dia.
vina         : Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini?
shafa       : Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik!   

Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing - masing.
hana        : Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kamu dan devina berakhir seperti ini.
shafa       : Halah itu bukan urusan ku dan juga kalian.
narator    : ( Shafa pun langsung pulang )
vina          : Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu      kepada devina. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Devina ketika ada masalah?
hilal          : Ya itu hanya dia yang tahu. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu, shafa hanya mau berteman dengan orang yang Kaya.
hana        : Pantas saja.
vina         : Pantas apanya?
hana        : Sudahlah jangan dibahas lagi, mending kita pulang saja.
hilal         : Yup ayo..
Narator  : (keesokan harinya Mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa, tetapi  tidak dengan devina. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Pada akhirnya

ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan  kesekolah, dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan devina d  pinggir jalan yang sedang mencari barang bekas.)
hilal         : Hey bukannya itu Devina?
hana       : Iya benar itu devina. Sedang ngapain dia? Bukannya masuk sekolah malah keluyuran seperti itu.
hilal        : (hilal pun langsung menarik shafa yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan Iphone-nya) Liat itu? Apa yang sahabatmu lakukan?
shafa     : Ha..ha Pasti sedang mengais-ngais sampah. Namanya juga orang miskin.
vina       : Apaan sih. Ayo kita samperin saja dia.
hilal       : Devina, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk sekolah selama 2 minggu teman teman menunggumu semua
devina   : (Dengan Kaget) aku? Ya seperti yang kalian lihat.
shafa     : Aku bilang juga apa. Pasti dia sedang mengais-ngais sampah. Seperti tidak tahu saja kalian kerjaan orang miskin gak level banget.
hana     : Sudahlah shafa, begitu-begitu devina itu sahabatmu.
hilal      : Kenapa sih Dev kamu gak sekolah lagi ?
devina  : Begini, orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Sedangkan adikku masih mau sekolah, jadi aku mengalah saja untuk adikku. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang  tua ku untuk menyambung hidup.
vina       : Mulia betul hati mu sobat.
Shafa    : Haha. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia.
devina  : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Aku memang sekarang sudah      miskin, tapi aku masih punya perasaan. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku, tapi x jangan kau hina aku dengan kata-katamu itu. Satu lagi, aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu. Tapi itu merupakan  pembelajaran bagi ku. Terima kasih shafa.                                                          Narrator : (devina pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk)
hilal         : sudah puas kau menyakiti dia? ingat shafa, suatu hari nanti kau juga akan merasa apa yang devina rasakan sekarang.
hana       : Betul itu.
shafa       : haha. Itu tidak mungkin. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin seperti dia. Toh keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan banyak uang. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Haha
narator : ( sambil tertawa  shafa pun jalan meninggalkan mereka bertiga)
vina         : Sombong sekali itu anak. Semoga hidupnya baik-baik saja.
hilal         : Ya semoga saja. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa ada  orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita, namun tidak dalam kehidupan kita
hana       : Ya betul itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi dengan devina.
                     ( mereka bertiga akhrinya melanjutkan perjalan ke sekolah )
Narator  : Hari itu merupakan hari terakhir mereka bertemu Devina karena Devina akan pindah rumah. Ketika semuanya telah terjadi, shafa pun merasakan apa yang dulu Devina rasakan. Keluarganya bangkrut karena ditipu oleh orang lain. Dan shafa kini sadar bahwa devina adalah teman yang baik lalu shafa ingin berbaikan dengan devina tetapi semua itu sudah  terlambat. Devina sudah pindah rumah dan tidak ada seorang pun yang mengetahui rumahnya. Dan akhirnya Shafa menyerah dan ketika berjalan pulang Shafa bertemu Hilal yang sedang berjalan.
Shafa : Hilal !!!
Hilal   : eh Shafa dari mana shaf  ?
Shafa : aku dari rumah nya Devina tapi dia sudah pindah aku bertanya pada tetangganya tapi tidak ada yang tahu .
Hilal  : tenang aja shaf kalo ada kemauan yang baik pasti ada jalan
Shafa : maksud nya ?
Hilal   : Vina tau kok rumah barunya Devina !
Shafa : sungguh ? 
Hilal  : iya .
Shafa : ayo cepet ke rumah Vina ?
Hilal : OK
Narrator : lalu ke dua nya pun pergi ke rumah Vina untuk menanyakan alat rumah Devina
Hilal : itu Vina
Shafa : Vina !
Vina : eh Shafa ma Hilal. Ada apa ?
Shafa : aku mau Tanya alamat rumah baru Devina
Vina : mau ngapain Shaf mau men caci maki dia lagi ?
Shafa : enggak aku mau minta maaf ma Devina
Vina : Syukurlah kamu mau mintamaaf ke dia. Rumah nya ada di JL. mentari no 5
Shafa : makasi ya Vin
Vina : yupz
Hilal : Shaf itu Devina
 Shafa : oh iya. Dev !!
Devina : oh Shafa, hilal ada apa ?
Shafa : gini Dev aku mau minta maaf ke kamu.
Devina : shaf walaupun kamu gak minta maaf pasti aku maafin kok
Shafa : makasih ya dev
Narrator : sejak saat itu lah shafa dan Devina mulai bersahabat kembali untuk selamanya.                                                                                                                      amanat  yang di sampaikan : Kita tidak boleh memilih-milih teman seperti yang kaya lah yang cantik lah yang ganteng lah apa lah karena kita membutuhkan teman yang menerima kita apa adanya ..

1 komentar:

  1. tulisanya ngak keliatan :3
    ganti am warna yg lan,..
    hitem bagus :)

    BalasHapus

Hei All :) Sudah baca entri? jangan lupa comment yaa :) ^w^